Ketua Baperjakat Akan Beri Sanksi Tegas 2 ASN Majene Yang Dipolisikan

H. Ardiansyah,S. STP, Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Baperjakat Kabupaten Majene. (ist)

sorotcelebes.com | MAJENE — Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kabupaten Majene dalam hal ini Sekretaris Daerah membentuk tim pemeriksa untuk menindaklanjuti 2 (Dua) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipolisikan.

Tim Pemeriksa akan melakukan pemanggilan atau pemeriksaan terhadap 2 ASN untuk diproses sesuai ketentuan kode etik ASN.

“Akan dibentuk tim pemeriksa untuk memanggil yang bersangkutan untuk diproses sesuai ketentuan kode etik ASN,” kata H. Ardiansyah,S. STP, Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Baperjakat Kabupaten Majene kepada awak media di pekarangan Kantor Daerah. Senin (02/10/2023).

Tim pemeriksa yang akan dibentuk terdiri dari Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Majene, Inspektorat dan Atasan Langsung dari ASN yang dipolisikan tersebut.

Ardiansyah menegaskan, apa bila ke dua ASN tersebut terbukti melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) maka akan diberikan sanksi sebagaimana yang diamanatkan kode etik ASN

“Intinya, kita pastikan kalau misalnya terbukti maka ada sanksi sesuai jenis pelanggarannya,” tegasnya.

Ia juga berharap, semua ASN dikabupaten majene bisa bersikap bijaksana dalam berperilaku karena ASN merupakan cerminan roda pemerintah daerah.

Baca Juga  Disdikpora Majene Hadirkan Pihak Sekolah Pada Sosialisasi RKAS

“ASN harus lebih berhati-hati bersikap, ASN harus bisa jadi contoh bagi masyarakat, bijaksana dalam berperilaku,” imbuhnya.

SH, Mahasiswi Pasca Sarjana UIN Alauddin Makassar, Korban Penganiayaan. (Foto:Bahar).

Diketahui, ASN berinisial (FT) bertugas di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Majene dilaporkan ke Polres Majene oleh seorang perempuan berinisial SH.

Oknum ASN tersebut dipolisikan oleh SH karena terlapor (FT) diduga memberikan bogem mentah (pukulan dengan kepalan tangan atau tinju) sebanyak 2 (dua) kali kepada korban (SH) pada Rabu, 20 September 2023 sekitar pukul 13.00 saat acara nikahan berlangsung di lingkungan tanjung batu, Majene.

Mahasiswi (SH) calon Magister Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar itu mengungkap bahwa ia ditonjok sebanyak 2 (dua) kali dibagian wajah tepatnya di pipi.

“Pas lewatkan ka to, nalappasangngi ka (ditonjok), sempat ja gerakan spontan, bilang ka eh kenapa ki kak, kenapa dipukul ka, tidak ada jawaban, tiba-tiba nalappasangngi ka lagi satu kali,” akunya SH sambil memperagakan saat ia dipukul. Senin (25/09/2023).

Baca Juga  Sukseskan Program Ketahanan Pangan, Kodim 1401/Majene Gelar Tanam Pohon

Usai kejadian tersebut, perempuan yang berusia 23 tahun itu melakukan pelaporan di Polres Majene terkait peristiwa yang dialami dan meminta agar dipertemukan dengan FT untuk dilakukan mediasi. Harapannya, agar FT meminta maaf kepada SH.

“Saya mau dilakukan mediasi tapi dengan perantara kepolisian, nabawa ma kesana kepolisian, ada sekitar 4 polisi kesana (dirumah FT),” ungkapnya.

Ironisnya, bukannya meminta maaf, FT justru mempertontonkan sikap arogansi dan keangkuhan. Tidak hanya itu, FT juga mencaci maki SH dihadapan polisi yang mengantar kerumahnya.

“Sampai disana (dirumah FT), saya hanya dicacimaki, di tunjuk-tunjuki jaka, dia bilang tidak mauka minta maaf sama ini anak, kalau mau ki tangkap ka, tangkap maka pak,” jelas mahasiswi yang beralamat di Tanjung Batu, Kel. Labuang, Kec. Banggae Timur, Majene.

Ilustrasi, Pelecehan yang dialami Mahasiswi Unsulbar oleh Oknum ASN Majene. Rabu (27/09/2023). (Istockphoto/KatarzynaBialasiewicz)

Sementara, ASN berinisial ZN yang bertugas di Dinas Sosial Kabupaten Majene juga dilaporkan oleh seorang mahasiswi Universitas Bulawesi Barat (Unsulbar) berinisial SW.

Baca Juga  Polres Majene Tangkap 8 Orang Pelaku Kejahatan, 2 Orang TO

SW mengaku dilecehkan oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial ZN ketika dirinya mengembalikan tenda milik Dinsos. Rabu 27 September 2023 sekira pukul 13;00 Wita.

“Pas sampai mi diruangannya itu bapak (ZN), berdua mika itu didalam, ku salim itu bapak, pas itu ku salim disitu mi nalakukan. Na pegang mi payudara ku,” beber SDA kepada awak media dengan nada kesal. Rabu (27/09/2023).

Tidak sampai disitu, ZN juga mencium dan memeluk SW saat dirinya ingin berpamitan.

“Pas mau ka pulang, ku salim ulang pi lagi dulu. Cuma agak bungkuk ka salim karena mau cium tangannya, jadi pas itu sementara ku salim, langsung ka na peluk, na kasi dempek ka ditubuhnya. Na cium-cium maka disitu,” akunya SW.

Saat Aksi bejat ZN dilakukan, SW sempat memberikan perlawanan sebagai bentuk penolakan. Akan tetapi, dirinya diselimuti rasa takut sehingga ia tidak berteriak.

“Ku lawan ji, tapi tidak berani ka teriak karena takut ka,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *