Nelayan Asal Pinrang Terdampar di Perairan Majene, Ini Sebabnya !

Para Nelayan asal Kabupaten Pinrang yang terdampar di Perairan Kabupaten Majene

sorotcelebes.com | MAJENE — Berbagai pekerjaan dilakukan setiap orang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam berumah tangga, ada yang bekerja sebagai buruh bangunan, petani, berdagang, nelayan dan masih banyak lagi.

Nelayan merupakan sebutan bagi seseorang atau sekelompok orang yang memiliki mata pencaharian menangkap ikan atau jenis hewan lainnya yang hidup di perairan, khususnya laut. Biasanya orang-orang yang memiliki pekerjaan sebagai nelayan adalah mereka yang hidup di pesisir laut.

Profesi sebagai nelayan dan pekerja di sektor perikanan memiliki risiko tinggi dalam kegiatannya. Seringkali cuaca dan gelombang berubah ketika sedang melaut serta terkadang mesin kapal tidak berfungsi saat berada ditengah laut.

Baca Juga  Forum Konsultasi Publik RKPD Kabupaten Majene Tahun 2024, Berikut Sejumlah Program Prioritas

Hal itu yang dialami 4 (empat) orang nelayan asal Kabupaten Pinrang yakni sukri (32) dan tiga rekannya bernama Hamsa (45) Saharuddin (28) kukung (40) warga Dusun simpang Saddang kecamatan lanrisan saat mencari ikan di Muara Paria pada hari Sabtu tanggal 19/08/23.

Ombak besar setinggi 5 meter mengombang ambingkan para nelayan asal Pinrang itu hingga akhirnya terdampar di perairan Majene karena di duga akibat kapal nelayan kerusakan mesin, Senin 21/08/23 pagi.

Seorang nahkoda perahu nelayan, sukri (32) menceritakan kronologis kejadian saat di temui di rumah Saharuddin di lingkungan Tamo kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene.

Awal mulanya Sukri bersama tiga rekannya meninggalkan dusun simpan Saddang jampue menggunakan perahu ukuran 3 GT panjang 12 lebar 2.5 meter untuk melakukan pencarian ikan pada hari Sabtu tanggal 19/08/23 jam 01.00 siang menuju muara Paria, Pinrang.

Baca Juga  Hari Ini, Mamuju, Majene dan Polman Berpotensi Dilanda Angin Kencang

“Setibanya di muara Paria, salah satu awak kapal menurunkan jangkar untuk melakukan pemancingan, setelah selesai dan sudah mendapatkan hasil kami pun bersiap siap pulang ke jampue ternyata mesin tak dapat di hidupkan di karenakan aki suap,” ungkapnya.

“Ombak pun semakin besar mencapai ketinggian 5 meter lebih sehingga cuma mengharap bisa melihat daratan,” sambungnya.

Sukri juga menyampaikan rasa syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Esa karena bisa selamat dari musibah yang menimpah dirinya dan rekannya saat melaut.

Baca Juga  CJH Kloter 18 Dilepas, Bupati Majene Menitip Harapan

“Alhamdulillah kami Masi selamat, kondisi kami Alhamdulillah sehat cuma pusing sedit di akibatkan lama terombang ambing di tengah laut sampai kapal kami kandas di bibir pantai tamo lingkungan barane. Hasil yang di dapatkan sudah busuk sehingga kami buang,” tuturnya

Ke empat korban saat ini sudah berada di rumah sanak saudaranya Saharuddin yang berada di lingkungan tamo kelurahan baurung kecamatan Banggae Timur kabupaten Majene satu kilo dari tempat kandasnya perahu untuk istirahat dan melakukan pengecekan aki kapal dan rencana besok akan bergeser kembali ke Pinrang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *