Kades Betteng Gerak Cepat, Garap Lahan 30 Hektare untuk Mendukung Asta Cita Prabowo Subianto

sorotcelebes.com | MAJENE — Kepala Desa Betteng, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Sultan, S.Pd., memilih tidak menunggu waktu lama setelah dirinya dikukuhkan kembali untuk perpanjangan masa jabatan dua tahun oleh Bupati Majene.

Langkah cepat itu diwujudkan dengan memulai program ketahanan pangan yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Usai pengukuhan yang berlangsung di ruang kerja Bupati Majene pada Jumat, 31 Oktober 2025 lalu, Sultan langsung menggerakkan perangkat desa dan unsur masyarakat untuk memetakan lahan yang akan dikelola. Targetnya bukan kecil, 30 hektare lahan di wilayah Desa Betteng diproyeksikan menjadi kawasan penguatan pangan desa.

Dari total 30 hektare tersebut, Sultan memastikan sebagian sudah mulai digarap. Ia menyebut 5 (lima) hektare di antaranya telah dibersihkan dan siap memasuki tahap penanaman komoditas unggulan. Jagung dipilih sebagai tanaman awal karena dianggap paling adaptif dan memiliki nilai strategis untuk pasokan pangan lokal.

Baca Juga  Etape II Pamboang - Banua Sendana, Persaingan Para Passandeq Semakin Ketat

Pada Senin, 17 November 2025, Sultan turun langsung ke lokasi bersama para petani. Ia hadir bukan sebagai pejabat semata, tetapi sebagai penggerak yang ikut memastikan pengerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana.

“Hari ini kami bersama masyarakat petani, bhabinkamtibmas, Babinsa, pendamping desa, dan penyuluh pertanian melakukan pembersihan lahan,” ujar Sultan.

Ia menegaskan, pengerjaan itu bukan proyek seremonial yang berhenti pada pembukaan lahan. Tahap berikutnya sudah dirancang, mulai dari persiapan bibit, pendampingan teknis, hingga pola distribusi hasil panen yang akan diarahkan untuk memperkuat ketersediaan pangan desa.

Menurut Sultan, program ini menjadi bagian konkret dukungan pemerintah desa terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin tentang ketahanan pangan.

Baca Juga  Musyawarah Desa Betteng Tetapkan APBDes 2026, PAD 2025 Resmi Diserahkan

Desa, kata dia, harus menjadi garda terdepan dalam memastikan ketersediaan pangan yang stabil, berkelanjutan, dan berbasis pemberdayaan warga.

Di lapangan, antusiasme warga terbilang tinggi. Para petani yang terlibat mengaku program ini menjadi angin segar karena selain membuka lapangan kerja, juga memberi kepastian produksi yang terstruktur. Penyuluh pertanian turut memberikan pendampingan untuk memastikan teknis penanaman sesuai standar.

Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan lintas sektor turut dihadirkan dalam pelaksanaan program. Pemerintah desa ingin memastikan keamanan, dukungan sosial, serta sinergi institusional berjalan tanpa hambatan.

Pembersihan lahan lima hektare dilakukan secara bergotong royong sejak pagi. Sultan menyebut model pengerjaan kolektif ini menjadi simbol bahwa ketahanan pangan bukan sekadar program pusat, tetapi kerja bersama seluruh unsur desa.

Baca Juga  Dinkes Majene Gelar Bimtek Keamanan Pangan

Setelah tahap awal ini rampung, Sultan menargetkan penanaman jagung dimulai sebelum akhir November. Ia ingin agar siklus tanam tak tertunda, sehingga masa panen bisa berkontribusi lebih cepat pada stok pangan daerah.

Dalam pandangannya, desa tak boleh hanya menjadi objek kebijakan, melainkan subjek yang mampu menginisiasi langkah-langkah konkret.

“Kami ingin desa Betteng menjadi contoh bahwa desa bisa menggerakkan ketahanan pangan secara mandiri sekaligus mendukung agenda nasional,” kata Sultan.

Dengan pengerjaan yang terus berjalan, program ini diproyeksikan sebagai tonggak baru bagi Desa Betteng dalam memperkuat sektor pertanian.

Sultan berharap, dari desa kecil inilah semangat Asta Cita tentang ketahanan pangan menemukan bentuk paling nyata, lahan yang produktif dan masyarakat yang berdaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *