MAJENE  

SPPG Saleppa Kembalikan Kacang Panjang, Wabup Majene: Jangan Korbankan Pedagang Lokal

sorotcelebes.com | MAJENE — Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Rita Mariani, M.Pd., menegaskan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Majene tidak merugikan pedagang dan petani lokal dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penegasan itu disampaikan saat konferensi pers bersama awak media yang digelar di ruang Pola Kantor Bupati Majene. Rabu, 28 Januari 2026.

Konferensi pers itu dihadiri Ketua Komisi III DPRD Majene, Kepala Dinkes Majene beserta jajarannya, Koordinator MBG Wilayah Majene, para Asisten, Camat Tubo Sendana, Kepala UPTD Puskesmas Sendana Dhua, Perwakilan Polres Majene, Perwakilan Dandim Majene, serta para peserta lainnya.

Baca Juga  Pengambil Kebijakan di Majene Disinyalir Berupaya Kebiri Hak Mantan Kades

Andi Rita menyoroti kasus pengembalian kacang panjang oleh SPPG Saleppa kepada pemasok.

“Ini SPPG di Saleppa ambil kacang panjang lalu dikembalikan. Yang dirugikan dia (masyarakat). Kasihan petani,” ujar Andi Rita di hadapan wartawan.

Menurutnya, praktik semacam itu tidak boleh terjadi karena berdampak langsung pada pedagang dan petani lokal.

Andi Rita menegaskan, apabila SPPG telah melakukan pemesanan dan barang sudah diterima, maka risiko kerugian sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak SPPG.

Baca Juga  Waspada MBG: 15 dari 22 Dapur di Majene Belum Kantongi Sertifikat Higiene, DPRD Segera Panggil Dinkes

Kerugian tersebut, kata dia, tidak lagi menjadi urusan penjual atau pemasok.

“Kalau sudah komitmen beli, kemudian rugi, itu bukan lagi urusan penjual. Itu urusan Anda. Berarti perencanaan Anda tidak bagus,” tegasnya.

Ia mengingatkan, program MBG seharusnya menjadi instrumen penguatan ekonomi lokal, bukan justru menciptakan masalah baru bagi pedagang kecil dan petani.

Karena itu, Andi Rita meminta seluruh SPPG di Majene lebih berhati-hati dalam menyusun perencanaan pengadaan bahan pangan.

Baca Juga  BrekingNews: Ayahanda Munafri, Walikota Terpilih Makassar Berpulang

Menurutnya, perencanaan yang matang menjadi kunci agar pelaksanaan program berjalan efektif, berkelanjutan, dan tidak menimbulkan kerugian bagi pihak lain.

“Perencanaan harus diperbaiki supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Andi Rita juga menekankan pentingnya komitmen SPPG untuk berpihak pada produk dan pedagang lokal, sejalan dengan tujuan program MBG yang tidak hanya menyasar pemenuhan gizi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *