sorotcelebes.com | MAJENE — Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Sarjana Angkatan XXI, Profesi Ners Angkatan XI, dan Magister Angkatan I.
Prosesi yang berlangsung khidmat itu tak sekadar menjadi seremoni akademik, tetapi juga menandai babak baru perjalanan perguruan tinggi negeri tersebut dengan lahirnya lulusan pertama program magister.
Pada wisuda periode ini, Unsulbar mengukuhkan sebanyak 500 lulusan dari berbagai fakultas. Jumlah tersebut mencerminkan kontribusi kampus dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan pembangunan, khususnya di Sulawesi Barat.
Fakultas Ekonomi menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 115 wisudawan. Posisi berikutnya ditempati Fakultas Teknik sebanyak 98 orang. Fakultas Pertanian dan Kehutanan serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan masing-masing meluluskan 85 orang.
Sementara itu, Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Hukum meluluskan 49 orang. Fakultas Ilmu Kesehatan menyumbang 32 lulusan, disusul Pendidikan Profesi Ners sebanyak 26 orang. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam meluluskan sembilan orang, sedangkan Program Magister untuk pertama kalinya menghasilkan satu lulusan.
Lahirnya lulusan pertama Program Magister menjadi catatan penting dalam sejarah Unsulbar.
Momentum tersebut menandai perkembangan institusi yang kini tidak lagi hanya berfokus pada pendidikan sarjana dan profesi, tetapi juga mulai memperkuat jenjang pendidikan pascasarjana.
Dari sisi capaian akademik, para wisudawan membukukan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,70 dengan rata-rata masa studi lima tahun.
Capaian itu menunjukkan konsistensi akademik para lulusan dalam menyelesaikan pendidikan di tengah berbagai tantangan selama masa perkuliahan.
Dalam pidatonya, pimpinan universitas mengingatkan bahwa wisuda bukanlah garis akhir perjalanan, melainkan awal memasuki dunia yang penuh persaingan.
Ijazah, menurutnya, bukan jaminan otomatis untuk meraih kesuksesan, melainkan bekal yang harus diiringi dengan kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk terus belajar.
Ia menekankan bahwa perubahan yang dipicu perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), transformasi digital, dan ekonomi hijau menuntut lulusan memiliki integritas, karakter yang kuat, kreativitas, kemampuan belajar sepanjang hayat, serta kepedulian sosial. Kompetensi tersebut dinilai menjadi modal utama agar lulusan mampu bersaing di pasar kerja yang semakin dinamis.
Wisuda kali ini tidak hanya menjadi momen perayaan bagi ratusan lulusan dan keluarga mereka, tetapi juga menjadi penanda arah baru perkembangan Universitas Sulawesi Barat.
Dengan bertambahnya jenjang pendidikan hingga program magister, Unsulbar mempertegas komitmennya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperluas kontribusinya dalam mencetak sumber daya manusia yang kompetitif bagi Sulawesi Barat dan Indonesia.












