sorotcelebes.com | MAJENE — Pemerintah Desa Tinambung, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap IV kepada 23 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sabtu, (22/11/2025).
Penyaluran yang berlangsung di Balai Desa Tinambung itu menjadi penutup rangkaian bantuan tunai desa di penghujung tahun anggaran.
Acara penyaluran dihadiri unsur Forkopimka, Ketua BPD, dan perangkat desa, menandai komitmen pemerintah desa dalam memastikan bantuan tersalur secara terbuka dan sesuai mekanisme. Warga yang hadir tampak antre dengan tertib sebelum dipanggil oleh perangkat desa.
Pada tahap akhir ini, BLT diberikan sekaligus untuk tiga bulan: Oktober, November, dan Desember, dengan nominal Rp300.000 per bulan untuk masing-masing KPM. Total bantuan Rp900.000 per penerima itu diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan dasar rumah tangga.
Di tengah kondisi ekonomi desa yang masih berproses menuju pemulihan, suntikan dana ini disebut sebagai langkah strategis menjaga stabilitas daya beli masyarakat. Pemerintah desa menilai BLT-DD tetap relevan sebagai instrumen perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
Kepala Desa Tinambung, Ardiansyah Djohan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan daerah karena terus memberikan perhatian kepada masyarakat. Menurutnya, skema BLT yang digulirkan secara berkala terbukti membantu warga menjaga ritme ekonomi keluarga.
“Dengan BLT-DD ini, tentunya sangat membantu masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas perekonomian warga di Desa Tinambung,” ujar Ardiansyah.

Namun, Ardiansyah mengingatkan bahwa bantuan yang diterima warga bukan hanya stimulus finansial, tetapi juga amanah yang harus dijaga. Ia menekankan perlunya kedisiplinan dalam menggunakan dana bantuan.
“Saya berharap kepada masyarakat yang menerima bantuan, dananya digunakan sebaik-baiknya. Jangan digunakan untuk berfoya-foya,” tegasnya di hadapan para penerima.
Pesan itu, menurutnya, bukan sekadar imbauan moral. Pemanfaatan dana BLT secara tepat sasaran diyakini akan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, terutama bagi mereka yang menggantungkan pendapatan pada sektor informal.
Ardiansyah juga menuturkan bahwa bantuan tersebut sebaiknya dialokasikan untuk kebutuhan pokok rumah tangga, penunjang kesehatan, pendidikan anak, maupun aktivitas produktif yang bisa menambah nilai ekonomi keluarga.
Pemerintah desa, kata dia, tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memonitor pemanfaatannya agar tepat guna. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip yang terus dijaga oleh pemerintah desa.
Penyaluran BLT tahap IV ini juga sekaligus menjadi refleksi kerja pemerintah desa selama tahun 2025 dalam mengelola dana desa.
Ardiansyah memastikan kebijakan perlindungan sosial akan terus berlanjut sesuai arahan pemerintah pusat.
Ia menegaskan, pemerintah desa siap melakukan evaluasi menyeluruh agar penyaluran BLT tahun berikutnya semakin akurat dalam sasaran dan efisien dalam pelaksanaan. Pendataan ulang dan verifikasi lapangan disebut akan diperkuat.
Warga penerima bantuan tampak menerima pesan itu dengan antusias. Beberapa di antaranya mengaku dana BLT sangat membantu memenuhi kebutuhan menjelang akhir tahun dan persiapan sekolah anak.
Dengan rampungnya penyaluran tahap IV, Pemerintah Desa Tinambung menutup rangkaian distribusi BLT-DD tahun anggaran 2025.
Di tengah tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, bantuan ini kembali menjadi sandaran bagi banyak keluarga di desa tersebut.
Ke depan, pemerintah desa berharap BLT tidak hanya menjadi instrumen penyelamat ekonomi rumah tangga, tetapi juga pendorong kemandirian warga.
Ardiansyah menyebut, sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci agar dana desa benar-benar memberi dampak jangka panjang.











