sorotcelebes.com | MAJENE — Pemerintah Desa Palipi Soreang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengambil langkah konkret memperkuat layanan dasar masyarakat dengan menyiapkan mobil operasional Desa Siaga Aktif.
Kendaraan roda empat tersebut disiagakan selama 24 jam penuh untuk melayani kebutuhan warga desa, terutama dalam situasi darurat.
Kepala Desa Palipi Soreang, Wardin Wahid, S.H., menegaskan bahwa kehadiran mobil Desa Siaga merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam memastikan akses layanan cepat dan responsif bagi masyarakat.
“Mobil Desa Siaga standby 24 jam untuk melayani masyarakat Desa Palipi Soreang,” kata Wardin, Jumat (2/1/2026).
Menurut Wardin, fungsi utama mobil operasional tersebut adalah membantu warga yang membutuhkan layanan kesehatan. Mobil Desa Siaga diprioritaskan untuk mengantar dan menjemput masyarakat yang sakit ke fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit rujukan.
“Mobil ini digunakan untuk mengantar dan menjemput kalau ada warga yang sakit,” ujar Wardin.
Ia menekankan bahwa layanan ini dapat diakses kapan saja, tanpa memandang waktu, sebagai bentuk pelayanan publik yang berpihak pada kebutuhan mendesak warga.
Selain untuk keperluan kesehatan, mobil Desa Siaga Aktif juga dimanfaatkan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan. Pemerintah desa membuka ruang penggunaan kendaraan tersebut selama tidak mengganggu fungsi utamanya sebagai armada layanan kesehatan.
Wardin yang juga merupakan ketua APDESI Sulbar itu menyebutkan, mobil operasional tersebut terkadang digunakan untuk membantu warga dalam kegiatan sosial, seperti mengantar rombongan pengantin masyarakat Desa Palipi Soreang. Namun, ia menegaskan bahwa penggunaannya tetap berada dalam koridor kepentingan bersama.
“Fungsi lain dipakai juga untuk sosial kemasyarakatan, seperti antar pengantin warga. Dan keperluan apa saja, tapi prioritas tetap warga yang sakit,” katanya.
Keberadaan mobil Desa Siaga Aktif ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan transportasi darurat masyarakat desa, khususnya bagi warga yang selama ini terkendala akses kendaraan menuju fasilitas kesehatan.
Pemdes Palipi Soreang menilai layanan ini sebagai investasi sosial jangka panjang. Dengan pola pelayanan siaga 24 jam, Pemdes Palipi Soreang berupaya menempatkan desa sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik.
Langkah ini sekaligus memperkuat peran desa sebagai institusi yang hadir langsung dalam setiap denyut kebutuhan masyarakatnya.











