Sejumlah Lampu Jalan Tidak Nyala Imbas Anggaran Pemeliharaan Terpangkas

sorotcelebes.com | MAJENE — Sejumlah lampu penerangan jalan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, masih belum menyala akibat kerusakan jaringan listrik, lampu, hingga fotosel. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Majene mengungkapkan, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama perbaikan.

Kepala Bidang Penerangan Jalan dan Pemakaman Disperkimtan Majene, Amrin Durming, SE., MM, menyebut sedikitnya enam titik lampu jalan di wilayah Rangas dan tujuh titik di Lutang mengalami kerusakan. Sejumlah titik lain di wilayah Majene juga dilaporkan mengalami masalah serupa.

“Bagian Rangas 6 titik, Lutang 7 titik, dan beberapa titik di wilayah lainnya yang mengalami kerusakan sehingga tidak bisa menyala,” kata Amrin kepada sorotcelebes.com saat ditemui di ruang kerjanya. Kamis, 29 Oktober 2026.

Baca Juga  Apel Pagi Perkimtan Majene, Irfan Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab Pegawai

Menurut Amrin, kerusakan yang kerap ditemukan meliputi jaringan, unit lampu, dan fotosel atau komponen yang mengatur penyalaan lampu secara otomatis berdasarkan kondisi cahaya.

Namun, kerusakan tersebut belum seluruhnya tertangani. Persoalannya bukan semata-mata teknis, melainkan juga keterbatasan dana pemeliharaan yang tersedia.

“Sebagian mengalami kerusakan seperti jaringan, lampu, dan fotosel. Itu yang sering rusak. Dan sekarang belum diperbaiki karena kurang anggaran,” ujarnya.

Amrin menjelaskan, anggaran perbaikan lampu jalan yang semula dialokasikan sebesar Rp50 juta mengalami pengurangan hingga tersisa Rp10 juta akibat efisiensi. Dengan dana yang terbatas itu, kemampuan pemerintah daerah untuk menangani seluruh kerusakan menjadi terbatas.

“Penanganan agak lambat karena anggaran terbatas. Anggaran untuk perbaikan hanya Rp50 juta, itu pun ada pengurangan sehingga menjadi Rp10 juta akibat efisiensi” kata Amrin.

Baca Juga  Usai Pembangunan Tangki Septik Individu Disorot, DPUPR Majene Akhirnya Angkat Bicara

Pengurangan anggaran tersebut menyisakan persoalan bagi pemeliharaan penerangan jalan. Sementara itu, lampu jalan yang tidak berfungsi berpotensi mengurangi kenyamanan dan visibilitas pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi pelaksanaan program “Majene Terang” yang diharapkan mampu memperluas dan menjaga ketersediaan penerangan jalan bagi masyarakat.

Amrin berharap pemerintah daerah dapat menambah anggaran pemeliharaan pada periode berikutnya agar kerusakan lampu jalan bisa ditangani lebih cepat.

“Mudah-mudahan ke depan anggaran bisa bertambah untuk biaya pemeliharaan sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemkab Majene, yaitu ‘Majene Terang’,” ujarnya.

Baca Juga  Dorong Digitalisasi Layanan Publik, Pegawai Perkimtan Majene Jalani Aktivasi IKD

Selain persoalan anggaran, Amrin juga meminta pemerintah memberi perhatian terhadap tenaga teknis yang bertugas memperbaiki lampu jalan di lapangan.

Menurutnya, pekerjaan tersebut memiliki risiko keselamatan karena petugas harus menangani instalasi dan jaringan listrik secara langsung.

“Dan kami minta agar tenaga teknis yang bekerja di lapangan diperhatikan. Karena pekerjaan mereka tidak mudah, mereka mempertaruhkan nyawa ketika bersentuhan dengan aliran listrik,” kata Amrin.

Pemerintah daerah kini dihadapkan pada kebutuhan menjaga penerangan jalan tetap berfungsi, sementara dana pemeliharaan yang tersedia terbatas.

Penambahan anggaran dan penanganan kerusakan secara terukur menjadi hal penting agar program Majene Terang tidak berhenti pada pemasangan lampu, tetapi juga menjamin keberlanjutan pemeliharaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *