sorotcelebes.com | MAJENE — Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Majene mencatat capaian program sekitar 70,7 persen hingga evaluasi pembangunan daerah Triwulan III Tahun Anggaran 2026. Capaian itu mendekati target, tetapi belum optimal, terutama dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang perumahan.
Kepala Dinas Perkimtan Majene, Hj. Syahrimayani, MT., mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu poin yang perlu diperhatikan setelah Pemerintah Kabupaten Majene menggelar rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan Daerah Triwulan III di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Rabu, 28 Oktober 2026.
“Perkimtan sendiri alhamdulillah pencapaiannya sekitar 70,7 persen. Termasuk mendekati target, tapi belum optimal,” kata Syahrimayani saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 29 Oktober 2026.
Menurut Syahrimayani, rapat evaluasi kali ini lebih menitikberatkan pada kinerja aparatur, mulai dari pejabat eselon IV hingga eselon II. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menilai pelaksanaan program sekaligus mengidentifikasi kendala yang memengaruhi pencapaian target pembangunan.
“Evaluasi kemarin lebih menitikberatkan kinerja, mulai dari eselon IV sampai eselon II,” ujarnya.
Di lingkungan Perkimtan, salah satu persoalan yang disoroti adalah belum maksimalnya pemenuhan SPM Perumahan. Dua di antaranya berkaitan dengan penyediaan rumah bagi korban bencana serta penanganan kawasan kumuh.
Syahrimayani menyebut keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi menjadi kendala dalam memenuhi seluruh kebutuhan tersebut. Kondisi ini membuat sejumlah program belum dapat dilaksanakan secara maksimal.
“Ada kelemahan pada beberapa program, seperti SPM Perumahan, di antaranya penyediaan rumah bagi korban bencana dan penanganan kawasan kumuh. Karena efisiensi anggaran, sehingga tidak semua bisa terpenuhi,” kata Syahrimayani.
Syahrimayani berharap pemerintah daerah dapat menambah alokasi anggaran, terutama untuk program SPM Perumahan, agar kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi dapat ditangani secara bertahap.
“Semoga ke depan ada tambahan pengalokasian anggaran agar apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat bisa kami penuhi secara maksimal,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Majene diharapkan menjadikan hasil Monev Triwulan III sebagai dasar perbaikan perencanaan dan penganggaran.
Dengan begitu, evaluasi tidak berhenti pada pengukuran kinerja perangkat daerah, tetapi juga menghasilkan langkah konkret untuk memperluas pemenuhan layanan perumahan dan penataan kawasan permukiman bagi masyarakat.













