Jalan Desa Ulumanda Nyaris Putus Diterjang Longsor, Penebangan Pohon Disebut Perparah Bencana

sorotcelebes.com | MAJENE — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah pegunungan di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dalam beberapa pekan terakhir memicu longsor di sejumlah titik jalan desa. Kondisi itu membuat akses penghubung warga di Desa Ulumanda nyaris terputus akibat badan jalan yang terus tergerus.

Di sejumlah lokasi, retakan pada badan jalan tampak semakin melebar. Sebagian ruas bahkan hanya menyisakan jalur sempit yang dapat dilalui kendaraan roda dua. Warga khawatir, jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, akses utama menuju permukiman dan lahan perkebunan masyarakat akan lumpuh total.

Baca Juga  Dukung Festival Sungai Tubo-Salutambung, Ini Pesan Gubernur SDK!

Kawasan Papparandangan yang berada di wilayah perbukitan disebut menjadi salah satu titik paling rawan.

Struktur tanah yang labil ditambah kontur lereng yang curam membuat kawasan tersebut rentan mengalami pergerakan tanah saat curah hujan meningkat. Material longsor berupa tanah dan batu beberapa kali menutup badan jalan dan menghambat aktivitas warga.

Kepala Desa Ulumanda, Hardi P., mengatakan longsor yang terus terjadi tidak semata dipicu faktor cuaca ekstrem. Menurut dia, kerusakan lingkungan akibat penebangan pohon di kawasan lereng turut memperparah kondisi tanah di wilayah tersebut.

“Seharusnya, pepohonan dan vegetasi tetap dipertahankan karena akar tanaman berfungsi menahan serta memperkuat struktur tanah saat hujan turun. Jika pohon ditebang, daya ikat tanah berkurang dan memicu terjadinya erosi hingga longsor,” ujar Hardi. Jumat, (15/05/2026).

Baca Juga  Gubernur Suhardi Duka Paparkan Potensi dan Tantangan Sulbar kepada Pangdam XXIII Palaka Wira

Ia menilai, minimnya vegetasi penahan di area rawan longsor telah membuat tanah lebih mudah tergerus air hujan. Akibatnya, setiap hujan deras mengguyur kawasan pegunungan Ulumanda, ancaman longsor terus menghantui warga yang melintas di jalur tersebut.

Hardi mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan sebelum kerusakan jalan semakin parah.

Menurut dia, penanganan darurat perlu segera dilakukan, mulai dari perbaikan badan jalan, pembangunan penahan tebing, hingga rehabilitasi lingkungan melalui penanaman kembali pohon di kawasan rawan longsor.

Baca Juga  Agenda Nasional Pertama di Sulbar 2025, Rakornas Kesbangpol se Indonesia

“Diperlukan perhatian dari pemerintah setempat serta langkah penanganan dari pihak terkait, baik melalui perbaikan jalan, penguatan tebing, maupun penanaman kembali pohon di area rawan longsor,” tegasnya.

Jika tidak segera ditangani, longsor yang terus meluas dikhawatirkan tidak hanya memutus akses transportasi warga Desa Ulumanda, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Warga berharap pemerintah tidak menunggu hingga bencana lebih besar terjadi sebelum mengambil langkah konkret.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *