sorotcelebes.com | MAJENE — Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, mulai dilirik sebagai salah satu titik pengembangan kakao unggulan di Sulawesi Barat. Hal itu menguat setelah kunjungan kerja Tenaga Ahli Kementerian Pertanian RI, Prof. Ir. Muhammad Arsyad, S.P., M.Si., Ph.D., yang turun langsung meninjau lokasi penangkaran kakao di wilayah tersebut.
Kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial. Rombongan Kementerian Pertanian meninjau langsung proses pembibitan kakao unggul yang selama ini dikembangkan petani milenial Sulawesi Barat bersama penangkar khusus di Kecamatan Pamboang.
Pemerintah pusat tampak ingin memastikan program pengembangan kakao berjalan di level lapangan, bukan hanya berhenti di meja perencanaan.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan turut didampingi Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat. Mereka melihat proses produksi bibit kakao bersertifikasi yang disiapkan sebagai fondasi peningkatan produktivitas perkebunan rakyat di Majene dan wilayah sekitarnya.
Penangkaran itu dikelola oleh penangkar khusus yang telah mendapat pendampingan teknis pemerintah. Menariknya, pengembangan bibit kakao tersebut juga melibatkan petani milenial Sulawesi Barat yang mulai mengambil peran penting dalam sektor perkebunan.
Mereka tidak hanya dilibatkan sebagai tenaga lapangan, tetapi juga disiapkan menjadi tenaga akulator bersertifikasi melalui kerja sama dengan CV Mario Mandiri Perkasa.
Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan petani muda menjadi salah satu poin yang paling disorot dalam kunjungan tersebut. CV Mario Mandiri Perkasa disebut aktif mendampingi proses distribusi hingga perawatan bibit agar tetap memenuhi standar mutu.
Model kemitraan semacam ini dinilai menjadi langkah strategis untuk memutus ketergantungan petani terhadap bibit nonsertifikasi yang selama ini menjadi persoalan klasik perkebunan kakao.
Di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian, keterlibatan petani milenial dalam program ini memberi sinyal berbeda. Pemerintah tampaknya mulai mendorong pendekatan baru: pertanian modern yang berbasis sertifikasi, teknologi, dan penguatan kelembagaan petani. Pamboang pun perlahan diposisikan sebagai kawasan percontohan pengembangan kakao berbasis regenerasi petani.
Dinas Pertanian dan Kehutanan Sulawesi Barat berharap kunjungan tenaga ahli Kementan RI itu dapat memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap hilirisasi kakao di daerah. Dengan penggunaan bibit unggul bersertifikasi serta pendampingan berkelanjutan, produktivitas kakao Sulawesi Barat ditargetkan mengalami peningkatan signifikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, khususnya di Kabupaten Majene.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum penting bagi Kecamatan Pamboang untuk mengukuhkan diri sebagai salah satu sentra pengembangan kakao di Sulawesi Barat.
Pemerintah daerah optimistis, jika sinergi antara pemerintah, swasta, dan petani muda terus terjaga, sektor perkebunan kakao bukan hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga mengangkat daya saing ekonomi daerah di tingkat nasional.











