MAJENE  

Diduga Hambat Alih Status STAIN Majene, Alumni Minta Kepala BPN Dicopot

sorotcelebes.com | MAJENE — Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Majene diduga menghambat proses perubahan status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN).

Pasalnya, proses balik nama sertifikat tanah dari Pemerintah Kabupaten Majene ke Kementerian Agama Republik Indonesia sudah cukup lama diajukan hingga kini belum juga diterbitkan oleh pihak BPN.

Balik nama sertifikat tanah dari Pemerintah Kabupaten Majene ke Kementerian Agama Republik Indonesia merupakan salah satu syarat utama alih status kelembagaan STAIN menjadi IAIN.

Baca Juga  Dinkes Majene Gelar Bimtek Keamanan Pangan

Salah satu alumni STAIN Majene, Ahmad Syamsuddin, menilai BPN tidak serius dalam menangani proses balik nama sertifikat tanah dari Pemerintah Kabupaten Majene ke Kementerian Agama Republik Indonesia sehingga penanganannya lamban dan terkesan diulur-ulur.

“Pengurusan sertifikat ini sudah cukup lama diajukan, tetapi hingga kini belum ada kejelasan. Kami menduga ada upaya memperlambat proses alih status STAIN menjadi IAIN,” ujar Ahmad kepada wartawan, Rabu (9/7/2025).

Baca Juga  LGS Sulbar Minta Kajaksaan Usut Program Pelatihan yang Diduga Asal-Asalan di Majene

Ia menyebut lambannya proses administrasi pertanahan menjadi penghambat utama transformasi kelembagaan STAIN. Bahkan, menurutnya, situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan munculnya opsi pembatalan alih status oleh pihak kampus.

“Ini sangat memalukan. Majene sebagai pusat pendidikan seharusnya mendapat dukungan penuh dari semua pihak, termasuk BPN,” tambahnya.

Baca Juga  Warga Mangge Desak Copot Kepala Lingkungan: Judi Online hingga Pemecatan Imam Dipersoalkan

Ahmad yang juga merupakan aktivis HMI menyoroti ketimpangan antara semangat civitas akademika STAIN yang tengah menggenjot akreditasi menuju unggul dengan kondisi di lapangan yang justru terhambat oleh birokrasi pertanahan.

“Kami mendesak BPN Pusat untuk mengevaluasi kinerja BPN Majene. Jika perlu, copot Kepala BPN Majene dari jabatannya. Kami juga akan segera mengonsolidasikan gerakan alumni dan mahasiswa untuk mendorong percepatan proses ini,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *