sorotcelebes.com | MAJENE — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Marendeng Majene kembali menorehkan catatan penting dalam perjalanan akademiknya.
Sebanyak 140 mahasiswa resmi diwisuda pada Rapat Senat Terbuka yang digelar di Aula Tammajarra Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Barat. Rabu, (26/11/2025).
Agenda tahunan yang merangkum prosesi wisuda dan penyumpahan bagi lulusan Sarjana (S1) Keperawatan, Diploma (D3) Kebidanan, serta Profesi Ners itu berlangsung khidmat.
Upacara senat menjadi pembuka rangkaian acara, disusul persembahan tari kreasi dari Sanggar Tari Stikes Marendeng Majene.
Suasana berubah hening saat seluruh tamu undangan menyanyikan Indonesia Raya, lalu melantunkan Hening Cipta untuk mengenang jasa para pahlawan. Prosesi kemudian berlanjut dengan lagu Mars Stikes Marendeng Majene yang menegaskan identitas lembaga.
Ketua Stikes Marendeng Majene, Raehan, S.St., M.Keb., resmi membuka sidang senat. Dalam laporannya, ia mengurai perjalanan panjang institusi sejak berdiri pada 2007 di bawah naungan Yayasan Marendeng Majene.
Di hadapan para wisudawan, Raehan menyampaikan deretan capaian lembaga. Pada 2020, Program Studi D3 Kebidanan menjalani reakreditasi dengan predikat Baik, lalu meningkat menjadi Baik Sekali pada 2025. Sementara itu, Program Studi S1 Keperawatan meraih akreditasi Baik Sekali sejak 2022. Tahun ini pula, akreditasi institusi ditetapkan dengan status Baik.
“Ini menjadi bukti bahwa Stikes Marendeng Majene terus bergerak meningkatkan mutu pendidikan kesehatan,” ujar Raehan.
Jumlah mahasiswa aktif kini mencapai 649 orang, terdiri atas S1 Keperawatan (433 mahasiswa), D3 Kebidanan (141), dan Profesi Ners (75). Program beasiswa juga menjadi perhatian kampus, dengan 485 mahasiswa tercatat sebagai penerima beasiswa tahun ini.
Hingga 2025, total alumni yang telah diluluskan mencapai 2.215 orang, meliputi Kebidanan (884 lulusan), Keperawatan (962), dan Ners (369).
Untuk wisuda tahun ini, sebanyak 140 lulusan diarak menuju gerbang profesional: 60 dari Keperawatan, 32 dari Kebidanan, serta 48 dari program Profesi Ners.
Raehan juga menyoroti capaian akademik kelembagaan. Tahun ini, Stikes Marendeng Majene menjadi salah satu PTS yang memperoleh hibah PTPTS senilai Rp491 juta dari kementerian.
Selain itu, hasil uji kompetensi nasional menunjukkan prestasi membanggakan: 100 persen dinyatakan kompeten secara nasional, sementara Program Studi Ners mencatat kelulusan 98 persen.
“Ini tentu menjadi bukti kerja keras seluruh civitas akademika,” kata Raehan.
Mengakhiri laporannya, Raehan berpesan agar seluruh lulusan terus menjaga kualitas layanan kesehatan di mana pun mereka mengabdi.
“Kami berharap para wisudawan mampu memberi pelayanan terbaik di manapun berada dan bekerja,” ujarnya.
Khusus bagi lulusan S1 Keperawatan, ia menekankan pentingnya melanjutkan ke jenjang Profesi Ners.
“Untuk bisa bekerja penuh di bidang kesehatan, lulusan S1 Keperawatan diharapkan mengikuti Program Ners,” tutupnya.
Prosesi wisuda ditutup dengan harapan besar, lahirnya tenaga kesehatan kompeten yang siap menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Sulawesi Barat dan Indonesia.












