Keluarga Korban Penganiayaan di Rura Totoli Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

Sunda, korban penganiayaan di Rura, Kel. Totoli, Kec. Banggae, Majene pada jumat, 23 Januari 2026.

sorotcelebes.com | MAJENE — Keluarga korban penganiayaan yang terjadi di Lingkungan Rura, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mendesak Polres Majene segera menangkap terduga pelaku.

Hingga sehari setelah laporan resmi dibuat, pelaku berinisial Jl dikabarkan belum juga diamankan.

Korban penganiayaan diketahui bernama Sunda (43), warga Dusun Rea-Rea, Desa Bonde Utara, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene. Peristiwa kekerasan itu terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 14.00 Wita.

Baca Juga  Tersangka Pelecehan Seksual di SMA Negeri 2 Majene Akhirnya Dibui

Kepada wartawan, Sunda mengungkapkan dirinya diserang secara tiba-tiba dari arah belakang. Pelaku memukul wajah korban menggunakan kepalan tangan tanpa peringatan.

“Saya ditonjok dari belakang, di bagian samping wajah,” ujar Sunda. Sabtu, (24/01/2026).

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar di bagian pelipis, serta keluhan sakit kepala berkepanjangan, pusing, dan mual. Kondisi itu masih dirasakan korban hingga saat ini.

Baca Juga  Perkuat Silaturahmi, Wagub Sulbar Salim S Mengga Hadiri Halal bi Halal Di Sendana

Merasa terancam dan dirugikan, korban bersama keluarganya melaporkan kasus ini ke Polres Majene pada hari yang sama, sekitar pukul 18.30 Wita. Laporan tersebut tercatat dengan Nomor: STBL/26/I/2026/POLDA SUL-BAR/RES MJN/SPKT.

Namun, lambannya penanganan kasus ini memicu kemarahan pihak keluarga. Mereka mendesak aparat kepolisian segera bertindak tegas guna mencegah potensi konflik lanjutan.

“Kami berharap polisi segera turun tangan dan menangkap pelaku,” ujar salah seorang anggota keluarga korban.

Baca Juga  Polres Majene Amankan Bongkar Muat Penumpang KM. Sabuk Nusantara 111

Keluarga korban bahkan menyampaikan peringatan keras apabila aparat penegak hukum tidak segera mengambil langkah hukum.

“Kalau polisi tidak segera bertindak mengamankan pelaku, maka kami yang akan eksekusi sendiri,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Majene terkait perkembangan penanganan kasus tersebut. Keluarga korban berharap kepolisian bertindak cepat demi menjamin rasa aman dan mencegah eskalasi konflik di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *