MAJENE  

SPPG Lembang Minta Maaf, Perketat SOP Usai Temuan pada Menu MBG di Sekolah

sorotcelebes.com | MAJENE — Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Lembang di bawah naungan Yayasan Masa Depan Bangsa menyampaikan permohonan maaf atas laporan temuan pada menu bubur ayam dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Majene.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan langkah korektif dan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan makanan.

Kepala SPPG Lemang, M. Nasrul Saifullah, mengatakan pihaknya telah turun langsung ke sekolah untuk berkomunikasi dengan pihak terkait dan melakukan peninjauan di dapur produksi.

Baca Juga  Wardin Wahid Pantau Langsung Penyaluran Makan Bergizi Gratis di SD 22 Soreang

Fokus utama evaluasi diarahkan pada tahapan pembersihan bahan baku, khususnya sayuran.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kejadian ini menjadi alarm bagi kami untuk memperketat Standard Operating Procedure (SOP),” kata Nasrul saat dikonfirmasi. Senin, (26/01/2026).

Ia menegaskan, pengawasan di dapur kini ditingkatkan dua kali lipat, terutama pada proses pencucian bahan mentah agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga  Kembalikan 30 Kg Kacang Panjang, SPPG di Lingkungan Saleppa Dinilai Rugikan Pedagang Lokal

Dari sisi kesehatan pangan, Ahli Gizi pendamping Program MBG turut memberikan penjelasan teknis. Nur Amila A., Ahli Gizi SPPG Lembang, menekankan bahwa prinsip utama program adalah nol toleransi terhadap kontaminasi makanan.

“Bahan yang digunakan merupakan bahan organik segar yang secara alami rentan terhadap hama. Karena itu, pencucian dengan air mengalir menjadi tahapan krusial,” ujarnya.

Baca Juga  MBG yang Disajikan SPPG Lembang di SMAN 1 Majene Berulat

Menurut Nur Amila, evaluasi juga dilakukan pada titik penyajian untuk memastikan setiap porsi yang diterima siswa tetap higienis dan memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG).

SPPG Lembang mengapresiasi masukan dari siswa dan pihak sekolah. Umpan balik tersebut dinilai sebagai bentuk pengawasan komunitas yang penting untuk menjamin kualitas dan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya di Sulawesi Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *