MAJENE  

Cuaca Ekstrem, Nelayan Di Majene Diwajibkan Bawa Alat Komunikasi Saat Berlayar

Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Mamuju, Sulbar, saat Sosialisasi Penggunaan Frekuansi Radio dan Bimbingan Teknis Sertifikasi Operator Radio (SOR) Long Range Certificate (LRC) bagi Nelayan di Kabupaten Majene di Aula Wisma Yumari. Senin (18/09/2023).

sorotcelebes.com | MAJENE — Alat komunikasi adalah segala bentuk peralatan yang digunakan dalam proses menyampaikan informasi, sehingga tujuan komunikasi bisa tercapai.

Seiring perkembangan zaman, alat komunikasi juga semakin berkembang sehingga lebih mudah dan cepat komunikator dalam menyampaikan informasi atau pesan kepada komunikan.

Dalam dunia kerja, media komunikasi manjadi salah satu landasan menjaga keselamatan, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai nelayan.

Betapa tidak, cuaca ekstrem selalu menjadi tantangan dan penghambat bagi para nelayan dalam menjemput rejeki untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Baca Juga  Permohonan Pengajuan Manfaat JKM Almarhumah Nurjannah Tidak Eligible

Dengan alat komunikasi diharapkan para nelayan segera mendapat bala bantuan jika menghadapi musibah saat berada ditengah laut.

Salah satu alat komunikasi yang efektif digunakan nelayan adalah radio maritim seperti ICOM dan lainnya.

Hanya saja, kemampuan masyarakat yang berpropesi sebagai nelayan untuk mempergunakan telekomunikasi tersebut amatlah minim khususnya bagi warga Kabupaten Majene.

Melihat hal itu, Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Mamuju Direktoral Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melakukan Sosialisasi Penggunaan Frekuansi Radio dan Bimbingan Teknis Sertifikasi Operator Radio (SOR) Long Range Certificate (LRC) bagi Nelayan di Kabupaten Majene. Senin (18/09/2023).

Baca Juga  Pelaku Curas dan Curat diancam Pidana 9 Tahun Penjara

Kegiatan yang digelar di Aula Wisma Yumari itu di hadiri sedikitnya 50 (lima puluh) orang nelayan di Majene untuk diberikan bimbingan tentang cara komunikasi ketika terjadi marabahaya saat berada di laut untuk mendapatkan bantuan keselamatan.

“Semoga dengan kehadiran kami disini, nelayan di Kabupaten Majene bisa memahami cara berkomunikasi serta pentingnya alat komunikasi dipasang di kapal-kapal mereka,” harap Muhammad Takdir, Kepala Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Mamuju, Sulbar.

Baca Juga  Perahu Terbalik, Seorang Nelayan Dilaporkan Hilang

Takdir juga menekankan bahwa alat komunikasi merupakan kewajiban untuk dimiliki bagi para nelayan demi memudahkan komunikasi ke stasiun radio pantai yang dekat saat mereka berlayar.

“Banyak nelayan kita keluar berlayar sampai 10 hari lamanya tanpa alat komunikasi sehingga ketika terjadi hal-hal dilaut tidak ada media komunikasi untuk meminta pertolongan. Karena itu, nelayan wajib memiliki dan membawa alat komumikasi,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *