sorotcelebes.com | POLMAN — Kepala Desa Patampanua, Muhammad Yusuf, S.H.I., kembali menunjukkan kepemimpinan yang sigap dalam penanganan masalah yang ada diwilayahnya.
Kali ini, Muhammad Yusuf melakukan pengerukan saluran air untuk mengatasi banjir yang melanda desanya saat musim hujan. Sabtu (05/07/2025).
Pengerukan saluran air merupakan salah satu upaya pencegahan banjir yang efektif. Dengan membersihkan saluran air dan sungai secara berkala, dapat mencegah penyumbatan dan mengurangi risiko banjir.
Selain itu, langkah ini juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air.
Aksi yang dilakukan Kepala Desa Patampanua ini sontak menarik perhatian warga lantaran ia menggunakan dana pribadi untuk membiayai semua proses pengerukan saluran air tersebut.
“Kami melakukan pengerukan menggunakan dana pribadi dan swadaya masyarakat. Kami tidak bisa mengunakan dana desa karena ini adalah rananya kabupaten dan balai,” ujar Muhammad Yusuf.
Desa Patampanua sendiri terletak di Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, dengan luas wilayah 9,56 km² dan jarak dari ibu kota kecamatan sekitar 3 km. Dengan ketinggian 10 meter di atas permukaan laut, desa ini berpotensi mengalami banjir jika tidak ada upaya pencegahan yang efektif.
Seperti diketahui, Banjir di Dusun Sappoang, Desa Patampanua Rea, Kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar kembali terjadi, pada Jumat, 4 Juli 2025, malam.
Sejumlah rumah warga terendam air akibat luapan banjir, salah satu diantaranya rumah Koordinator Wilayah Fakta Delik, Serman.
Warga mengeluhkan persoalan tersebut, lantaran air dari saluran drainase sering kali meluap dan menggenangi badan jalan hingga masuk rumah warga.
Luapan air dari saluran drainase diduga karena pendangkalan akibat hujan deras dan sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik.
Semoga upaya Kepala Desa Patampanua ini dapat membantu mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Patampanua.













