MAJENE  

Tekan Harga Sembako di Bulan Ramadan, Kejari Majene Gelar Pasar Murah

sorotcelebes.com | MAJENE — Upaya menahan laju kenaikan harga bahan pokok di bulan Ramadan dilakukan Kejaksaan Negeri Majene dengan menggelar pasar murah di pelataran ruang Barang Bukti kantor kejaksaan setempat. Jumat, (06/03/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah intervensi harga di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama bulan puasa.

Pasar murah tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kejari Majene, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Majene, dan Badan Urusan Logistik (Bulog).

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Majene, Andi Irfan, didampingi Ketua IAD Daerah Majene Ny. Mardyan A. Irfan.

Sejumlah pejabat struktural Kejari Majene turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Seksi Intelijen Muh. Aslam Fardyllah, Kepala Seksi Pidana Umum M. Yoga Khadafi, Kepala Seksi Pidana Khusus Muhith Nur, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Muh. Angga Wilantara, Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan A.M. Siryan, serta Kepala Subbagian Pembinaan H. Mahdy Abram. Anggota IAD dan pegawai Kejari juga dilibatkan untuk membantu pelaksanaan kegiatan.

Baca Juga  Tenun Sulawesi Mendunia, CHF 2024 Kembali Digelar di Majene

Dalam sambutannya, Andi Irfan mengatakan pasar murah tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian institusi kejaksaan terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau selama Ramadan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasaran,” kata Andi Irfan.

Ia menambahkan, kebutuhan rumah tangga masyarakat biasanya meningkat selama Ramadan sehingga intervensi harga melalui kegiatan pasar murah dinilai penting.

Selain itu, kata dia, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk mendukung stabilitas harga sembako di Kabupaten Majene melalui kerja sama dengan Bulog dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Baca Juga  Majene Buka Seleksi Direksi Perumda Air Minum Tirta Mandar Periode 2026–2030

Dalam pasar murah tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah harga pasar. Bawang merah dan bawang putih dijual masing-masing Rp35 ribu per kilogram. Cabai merah Rp18 ribu per kilogram dan cabai keriting Rp28 ribu per kilogram. Telur ayam ras dijual Rp53 ribu per rak.

Selain itu, gula pasir lokal dijual Rp17 ribu per kilogram, tepung terigu protein sedang Rp9 ribu per kilogram, minyak goreng kemasan Rp14 ribu per liter, serta beras jenis Punakawan Rp74 ribu per karung ukuran 25 kilogram.

Bulog juga menyediakan beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp58 ribu per karung ukuran 25 kilogram sebagai bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga beras di tingkat masyarakat.

Baca Juga  Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Tidak Tahu Kuota Penerima BPJS Kesehatan Gratis, Ada Apa ?

Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan bazar UMKM yang menghadirkan lebih dari 20 pelaku usaha kecil dan menengah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Majene. Mereka memamerkan beragam produk lokal, mulai dari keripik pisang, sambal khas daerah, pakaian, hingga kerajinan tangan berbahan alam.

Bazar ini sekaligus menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan, terutama di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan.

Sejak pagi hari, ratusan warga terlihat mendatangi lokasi pasar murah untuk membeli berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

Bagi sebagian warga, selisih harga tersebut menjadi peluang untuk menekan pengeluaran rumah tangga di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan puasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *