sorotcelebes.com | MAJENE – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, dugaan pengembalian bahan baku sayuran oleh pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG di wilayah Banggae, Lingkungan Saleppa, Kabupaten Majene, disebut merugikan pedagang lokal.
Peristiwa tersebut dialami seorang pedagang sayuran bernama Sarmila, warga Desa Bonde Utara, Kecamatan Pamboang. Ia mengaku mengalami kerugian setelah sebagian besar kacang panjang yang telah dipesan dan diantarkan ke dapur MBG dikembalikan tanpa penjelasan yang jelas.
Menurut penuturan Sarmila, pihak MBG memesan kacang panjang dengan total berat sekitar 41 kilogram. Sayuran tersebut kemudian diambil langsung dari para petani di wilayah Kecamatan Pamboang dan diantarkan ke lokasi MBG sesuai pesanan.
Namun, tak lama setelah pengantaran, pihak MBG mengembalikan sekitar 30 kilogram kacang panjang dengan alasan sayuran tersebut diduga berulat.
“Kacang panjang itu dikembalikan dan saya diminta menggantinya dengan kentang. Alasannya katanya kacang panjang berulat,” ujar Sarmila saat dikonfirmasi.
Ia membantah alasan tersebut dan menegaskan bahwa kacang panjang yang diantarkan dalam kondisi segar dan layak konsumsi. Bahkan, menurutnya, secara kasat mata tidak seluruhnya ditemukan tanda-tanda adanya ulat pada sayuran tersebut.
Pengembalian sepihak ini dinilai merugikan pedagang, mengingat sayuran tersebut telah dibeli dari petani dan sulit untuk dipasarkan kembali dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
Sarmila pun berharap pihak MBG dapat bertanggung jawab atas kerugian yang dialaminya.
Kasus ini menambah daftar persoalan yang kerap muncul dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya terkait pengelolaan bahan baku dan hubungan kemitraan dengan pedagang lokal.
Sejumlah pihak menilai, perlu adanya standar pemeriksaan bahan pangan yang transparan dan komunikasi yang jelas antara SPPG dan pemasok agar kejadian serupa tidak terulang.
Guna memenuhi prinsip keberimbangan berita, pihak media telah melakukan upaya konfirmasi kepada pihak MBG di wilayah Banggae, Lingkungan Saleppa. Hingga berita ini diturunkan, pihak MBG masih dalam upaya konfirmasi dan klarifikasi terkait dugaan pengembalian bahan baku tersebut.













