sorotcelebes.com | MAJENE — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan evaluasi terhadap Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sulbar menyusul keterlambatan pencairan beasiswa daerah yang dinilai berdampak langsung pada mahasiswa penerima manfaat.
Desakan tersebut disampaikan Ketua HMI Cabang Majene, Muh. Aslan, saat diwawancarai di Kabupaten Majene, Kamis (20/8/2026).
Menurut Aslan, program beasiswa seharusnya menjadi solusi bagi mahasiswa Sulawesi Barat yang sedang menempuh pendidikan tinggi, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Beasiswa hadir untuk membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan. Karena itu, proses pencairannya harus disesuaikan dengan kalender akademik kampus agar manfaatnya benar-benar dirasakan mahasiswa,” kata Aslan.
Ia menilai keterlambatan pencairan beasiswa membuat tujuan program tersebut tidak tercapai secara optimal. Pasalnya, sebagian mahasiswa telah melewati batas waktu pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) saat dana bantuan belum juga diterima.
“Kalau dana beasiswa baru dicairkan setelah batas pembayaran UKT berakhir, tentu tidak tepat sasaran. Mahasiswa akhirnya harus mencari talangan atau meminjam uang untuk membayar kuliah, sementara tidak semua keluarga memiliki kemampuan ekonomi yang cukup,” ujarnya.
Aslan mengungkapkan, kondisi tersebut berpotensi menghambat proses pendidikan mahasiswa, bahkan dapat menyebabkan sebagian penerima beasiswa terancam mengambil cuti kuliah akibat keterlambatan pembayaran UKT.
Atas dasar itu, HMI Cabang Majene meminta Gubernur Sulawesi Barat untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tim pengelola beasiswa Pemprov Sulbar, termasuk pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program tersebut.
“HMI Cabang Majene mendesak Gubernur Sulbar untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan program beasiswa daerah. Selain evaluasi, pemerintah juga harus segera menghadirkan solusi konkret bagi mahasiswa yang terdampak keterlambatan pencairan beasiswa,” tegas Aslan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Biro Kesra Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat belum memberikan keterangan resmi terkait desakan tersebut maupun alasan keterlambatan pencairan beasiswa yang dikeluhkan mahasiswa.












