Cegah Banjir, PUPR Majene Normalisasi Drainase di Wilayah Lutang

sorotcelebes.com | MAJENE — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Majene menormalisasi drainase di Lutang, Kelurahan Tande Timur, Kecamatan Banggae Timur, Sulawesi Barat. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi saat hujan berintensitas tinggi.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Majene, Amiruddin, ST., MM., mengatakan kawasan tersebut rentan tergenang karena berkurangnya lahan resapan air. Menurutnya, dengan berkembangnya pembangunan perumahan menyebabkan sejumlah lahan yang sebelumnya berfungsi menyerap air kini tertutup bangunan.

Baca Juga  Jemput BAKTI Komdigi, Program "Sulbar Cerdas" SDK JSM Mulai Sasar 279 titik Blankspot

“Banyak lahan yang biasanya menyerap air tertutup karena pembangunan perumahan juga semakin meningkat, sehingga wilayah tersebut rawan banjir ketika intensitas hujan tinggi,” kata Amiruddin kepada sorotcelebes.com saat ditemui di ruang kerjanya. Rabu, 28 Oktober 2026.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PUPR Majene melakukan normalisasi drainase dengan mengangkat endapan pasir dan sampah yang berpotensi menghambat aliran air. Selain itu, dinas tersebut juga melakukan renovasi atau perbaikan pada saluran drainase.

Baca Juga  Telan Anggaran Rp 7 Milyar TA. 2024, Pembangunan Tangki Septik Individu Molor

Normalisasi ini diharapkan dapat memperlancar aliran air, terutama saat hujan deras. Namun, pembersihan saluran saja belum tentu cukup untuk mengatasi banjir jika persoalan berkurangnya daerah resapan dan meningkatnya limpasan air dari kawasan permukiman tidak ditangani secara menyeluruh.

Kondisi di Lutang menjadi pengingat bahwa penanganan banjir perkotaan tidak hanya bergantung pada kapasitas drainase.

Baca Juga  Nelayan Asal Pinrang Terdampar di Perairan Majene, Ini Sebabnya !

Pengendalian pembangunan perumahan, perlindungan lahan resapan, serta penataan saluran air perlu berjalan beriringan agar risiko banjir tidak terus berulang.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan saluran drainase berfungsi sesuai kapasitasnya dan pembangunan kawasan permukiman memperhitungkan dampak terhadap aliran air.

Dengan begitu, normalisasi tidak sekadar menjadi langkah rutin ketika ancaman banjir meningkat, tetapi bagian dari upaya penanganan banjir yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *