Antisipasi Banjir dan Kejar Adipura, PUPR Majene Kerahkan Alat Berat Bersihkan Drainase

sorotcelebes.com | MAJENE — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengerahkan alat berat untuk mengeruk sedimen dan membersihkan sampah di sejumlah saluran drainase perkotaan.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir saat intensitas hujan meningkat sekaligus mendukung persiapan penilaian Adipura.

Salah satu titik pengerukan berada di sisi Stadion Prasamya Majene, Lingkungan Kampung Baru Utara, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur.

Sedimen dan sampah yang menumpuk di saluran drainase menjadi sasaran pembersihan agar aliran air tidak tersumbat ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Kepala Bidang Peralatan dan Perbekalan (Alkal) Dinas PUPR Majene, Andi Alla, mengatakan pembersihan drainase merupakan kegiatan rutin. Namun, pelaksanaannya kali ini ditingkatkan seiring persiapan Kabupaten Majene menghadapi penilaian Adipura.

Baca Juga  Kunjungi Smart Farming Katokkon Toraja, Pemprov Sulbar Kepincut Kembangkan Cabe Khas Sulsel

“Kegiatan ini rutin kita lakukan. Namun kali ini ditingkatkan untuk menghadapi Adipura,” kata Andi Alla kepada sorotcelebes.com saat ditemui di ruang kerjanya. Senin, 26 Oktober 2026.

Menurut Andi Alla, pengerahan alat berat tidak semata-mata berkaitan dengan penilaian kebersihan lingkungan. Pembersihan saluran juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi genangan dan banjir akibat tersumbatnya aliran air.

“Semua alat diturunkan untuk membersihkan sampah yang berpotensi menghambat aliran air saat hujan lebat yang dapat menyebabkan banjir,” ujarnya.

Pengerukan sedimen dan pengangkatan sampah diharapkan dapat memperlancar aliran air di sejumlah drainase perkotaan.

Baca Juga  Klinik Pemerintah Digital Diharapkan Perkuat Tata Kelola Pemda Sulbar

Namun, efektivitas langkah tersebut akan sangat bergantung pada kondisi saluran setelah dibersihkan serta konsistensi pemeliharaan, terutama saat memasuki periode hujan dengan intensitas tinggi.

Persiapan menghadapi Adipura juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memastikan kebersihan kota tidak berhenti pada kegiatan yang bersifat seremonial. Saluran drainase yang berfungsi baik, sampah yang tertangani, dan lingkungan yang terawat perlu dijaga secara berkelanjutan.

Di sisi lain, pengerahan alat berat saja belum cukup untuk memastikan kawasan perkotaan terbebas dari ancaman banjir. Pemeriksaan kondisi drainase secara menyeluruh, pengangkutan sampah hasil pengerukan, serta pemantauan titik-titik rawan genangan tetap diperlukan agar upaya normalisasi memberikan hasil nyata bagi masyarakat.

Baca Juga  Disdikpora Majene Hadirkan Pihak Sekolah Pada Sosialisasi RKAS

Dengan demikian, keberhasilan penanganan drainase di Majene tidak hanya diukur dari banyaknya saluran yang dibersihkan atau kesiapan menghadapi penilaian Adipura, tetapi juga dari kemampuan pemerintah daerah menjaga kelancaran aliran air dan mengurangi risiko banjir ketika hujan deras turun.

Meski demikian, Andi Alla menegaskan bahwa menjaga kebersihan drainase bukan semata-mata tanggungjawab pemerintah.

Ia meminta masyarakat ikut mengambil peran dengan tidak menjadikan drainase sebagai tempat pembuangan sampah, khususnya sampah nonorganik yang sulit terurai dan berpotensi memyumbat aliran air.

“Setidaknya kita semua sadar agar tidak membuang sampah kedalam drainase,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *