Belajar ke Sinjai, DPRD Majene Bidik Dongkrak PAD dari Sektor Perikanan

sorotcelebes.com | SINJAI — Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene mulai membidik sektor kelautan dan perikanan sebagai sumber baru peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah itu ditandai dengan kunjungan kerja bersama pemerintah kabupaten ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Senin, 4 Mei 2026.

Kunjungan tersebut turut diikuti Wakil Bupati Majene, Andi Ritamariani Basharoe. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Majene bersama jajarannya juga hadir dalam kegiatan studi tiru itu.

Baca Juga  Gaji PPPK di Majene Terancam Sampai Juni, DPRD Desak Pemda Segera Susun Langkah Antisipatif

Ketua Komisi II DPRD Majene, Napirman, menyebut Sinjai sebagai contoh daerah yang dinilai berhasil memaksimalkan potensi sektor tersebut.

“Sinjai ini memiliki prestasi yang cukup baik dalam memaksimalkan potensi kelautan dan perikanan. Ini yang perlu dicontoh untuk peningkatan PAD,” kata Napirman.

Kunjungan itu, menurut Napirman, difokuskan pada pendalaman sistem pengelolaan hasil kelautan dan perikanan, termasuk mekanisme penarikan retribusi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Ia menilai model yang diterapkan pemerintah Kabupaten Sinjai layak dipelajari karena tetap berada dalam koridor regulasi.

Baca Juga  Hari Kebangkitan Nasional, Plh Sekprov Sulbar Ajak ASN Berdoa dan Berjuang untuk Kemajuan Sulbar

“Pemkab Sinjai mampu menghasilkan PAD hingga sekitar Rp600 juta per tahun dari TPI dengan skema pungutan sekitar 3 persen,” ujar Napirman.

Meski demikian, ia mengakui kondisi TPI di Kabupaten Majene belum memungkinkan untuk langsung menerapkan pola serupa. Infrastruktur dan sistem pengelolaan dinilai masih perlu pembenahan menyeluruh.

“Di Majene, TPI kita belum layak. Masih banyak yang harus dibenahi sebelum bicara optimalisasi retribusi,” katanya.

Secara potensi, Majene justru dinilai lebih unggul. Kabupaten ini memiliki garis pantai sekitar 125 kilometer, jauh lebih panjang dibandingkan Sinjai yang hanya sekitar 41 kilometer.

Baca Juga  DPRD Desak Pemkab Majene Segera Harmonisasi Sejumlah Ranperda di Kemenkumham

Dengan potensi tersebut, Napirman menilai Majene seharusnya bisa meraih PAD yang lebih besar jika dikelola secara optimal.

Ia pun mendorong Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Majene untuk segera melakukan pembenahan dan inovasi dalam pengelolaan sektor tersebut.

“Dengan garis pantai yang lebih panjang, Majene seharusnya bisa lebih maksimal. Tinggal bagaimana pengelolaannya diperbaiki,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *