Fokus Perangi Stunting, Pemdes Totolisi Sendana Genjot PMT Sasar Baduta dan Bumil

sorotcelebes.com | MAJENE — Pemenritah Desa (Pemdes) Totolisi Sendana, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulbar kembali mempertontongkan langkah nyata dalam memerangi Stunting di wilayahnya.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak dibawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Olehnya itu, hal ini menjadi musuh bersama yang harus diperangi.

Pencegahan Stunting bukan hanya tugas pemerintah tetapi juga merupakan tanggungjawab seluruh lapisan masyarakat dimulai dari rumah tangga masing-masing.

Baca Juga  HUT Ke-79 Bhayangkara: Pemprov Sulbar Apresiasi Polri, Harap Tetap Profesional dan Humanis

Dibawa kepemimpinan Nurmini selaku Penjabat Desa Totolisi, Pemdes bersama seluruh Kader Posyandu gencar melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menyasar Bayi di bawah Dua Tahun (Baduta) dan Ibu Hamil (Bumil).

“Mencegah stuting sejak dini mulai dari usia kandungan ibu hamil dan pemberian makanan tambahan (PMT) untuk memenuhi pertumbuhan anak,” ujar Nurmini. Kamis 26 Juni 2025.

“Stunting merupakan masalah klasik yang perlu kita cegah bersama-sama, olehnya itu sebagai pemerintah desa aktif memberikan makanan tambahan pada ibu hamil dan anak usia dini,” sambungnya.

Baca Juga  Tiba di Bandara Tampa Padang, Wamenpar Bakal Saksikan Final Sandeq Silumba Kelilingi Pulau Karampuang

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dilakukan saat Nurmini kunjungan ke Posyandu 4 dusun di desa Totolisi Sendana dengang menyasar 148 orang Baduta dan 11 orang Bumil sekaligus silaturahmi dengan warganya.

“Dalam rangka kunjungan posyandu 4 dusun, sekaligus silaturahmi dan memberikan PMT ibu hamil dan anak-anak Posyandu di dampingi oleh bapak babinza,” ungkap Nurmini

Baca Juga  Waspada Kasus DBD, Dinkes Sulbar Ajak Masyarakat Galakkan Gerakan 3M Plus

Tak sampai disitu, Nurmini juga kerap melakukan sosialisasi pada orang tua pentingnya makanan bergizi bagi anak dan meminta agar rajin ke posyandu serta menjaga kebersihan anak dan lingkungan.

“Kemudian memberikan nasehat ke pada ibu-ibu agar mendukung pertumbuhan anak-anak kita dengan cara memberikan makanan bergisi demi tumbuh kembangnya, dan rajin ke posyandu dan menjaga kebersihan Anak dan lingkungan,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *