Ketua Komisi III DPRD Majene Pantau Aspirasi Warga hingga Green House BUMDes di Tallambalao

sorotcelebes.com | MAJENE — Malam ke-14 Ramadan menjadi momentum konsolidasi politik dan pembangunan di Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Selasa, 3 Maret 2026.

Ketua Komisi III DPRD Majene, Jasman, S.IP., hadir dalam Safari Ramadan pemerintah daerah, lalu menutup agenda dengan meninjau green house hidroponik milik BUMDes Tallambalao.

Kegiatan diawali dengan buka puasa bersama di Kantor Kecamatan Tammerodo Sendana. Hadir lengkap unsur pimpinan daerah: Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele, Wakil Bupati Andi Ritamariani Basharoe, serta Sekretaris Daerah Ardiansyah.

Namun, Jasman memilih mengikuti rombongan safari ke Masjid Al-Amin, Dusun Batusambua, Desa Tallambalao. Di hadapan jamaah, ia tak hanya mengikuti rangkaian ibadah dan mendengarkan sambutan kepala daerah, tetapi juga mencatat sejumlah keluhan warga.

Baca Juga  Festival Sipamandar Bertajuk Jalur Rempah Dongkrak Omset UMKM Majene

Beberapa aspirasi yang mengemuka di antaranya perbaikan jalan poros desa serta penguatan tanggul yang terdampak bencana. Infrastruktur, menurut warga, menjadi kebutuhan paling mendesak karena menyangkut mobilitas hasil pertanian dan akses layanan dasar.

Sebagai mitra pemerintah daerah di bidang pembangunan, Komisi III DPRD memiliki fungsi pengawasan terhadap realisasi program infrastruktur dan belanja daerah. Kehadiran legislator di tengah safari Ramadan kerap dimaknai sebagai ruang menyerap aspirasi secara langsung di luar forum formal parlemen.

Baca Juga  DPRD Majene Minta PLT Kadisdikpora Segera Dievaluasi

Usai agenda di masjid, rombongan bergerak meninjau green house tanaman hidroponik yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tallambalao. Inilah titik yang menjadi perhatian khusus Jasman.

Ia menilai pengembangan pertanian modern berbasis hidroponik dapat menjadi pintu masuk kemandirian ekonomi desa, terutama jika disertai dukungan regulasi dan alokasi anggaran yang tepat.

“Kehadiran kami di sini tidak hanya untuk bersilaturahmi di bulan suci, tetapi juga melihat langsung inovasi desa seperti hidroponik ini. Ini adalah wujud kemandirian yang perlu kita dukung bersama,” ujar Jasman di sela peninjauan.

Green house tersebut menjadi contoh bagaimana desa mencoba keluar dari pola ekonomi konvensional. Pertanian hidroponik dinilai lebih efisien lahan dan memiliki nilai jual lebih tinggi jika dikelola secara berkelanjutan.

Baca Juga  Tak Ada Alasan Pemda Majene Menunda Pilkades Tahun 2023

Agenda safari ini juga dihadiri anggota DPRD lainnya, staf ahli bupati, para asisten Setda, kepala organisasi perangkat daerah, serta unsur TNI-Polri. Kehadiran lintas institusi itu diharapkan tak berhenti pada seremoni, melainkan berlanjut pada realisasi program yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Di Tallambalao, Ramadan bukan sekadar pertemuan spiritual. Ia menjadi ruang uji komitmen, apakah aspirasi infrastruktur dan dukungan ekonomi desa benar-benar masuk dalam prioritas pembangunan Kabupaten Majene tahun berjalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *