DAERAH  

Musda IV APDESI Sulbar Buka Jalan bagi Kades Lain, Wardin Wahid Tak Lagi Maju

sorotcelebes.com | SULAWESI BARAT — Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Sulawesi Barat, Wardin Wahid, SH., memastikan tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua APDESI Sulbar dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV.

Keputusan itu disampaikan Wardin pada Kamis, 17 September 2026. Ia mengatakan, dirinya ingin memberikan kesempatan kepada kepala desa lain di Sulawesi Barat untuk memimpin organisasi tersebut.

Baca Juga  Plt. Kadis Kominfopers Jadi Narasumber Hearing Dialog Ketua Komisi I DPRD Sulbar

“Kami akan memberikan ruang kepada kepala desa lain yang ada di Sulbar untuk menahkodai Asosiasi yang kita cintai ini di tingkat provinsi,” ujar Wardin.

Menurut Wardin, keputusan tersebut juga berkaitan dengan amanah yang kini diembannya di tingkat pusat.

Ia menyebut telah masuk dalam jajaran pengurus inti Dewan Pengurus Pusat (DPP) APDESI.

“Sekarang saya sudah berada di kepengurusan inti di pusat, jadi saya akan tanggugjawab untuk mengembang aspirasi desa di Sulbar pada kususnya, indonesia pada umumnya, di sana,” kata Wardin.

Baca Juga  Pelatihan Digital Marketing UMKM 2025: Analitik dan Optimasi Bisnis Dukung Quick Wins Sulbar Berdaya

Dengan sikap tersebut, Musda IV APDESI Sulbar akan menjadi momentum bagi munculnya figur baru untuk memimpin organisasi pemerintah desa di tingkat provinsi.

Wardin menegaskan, dirinya tidak lagi berfokus pada perebutan posisi ketua di tingkat provinsi. Fokusnya ke depan diarahkan pada tugas dan tanggung jawabnya dalam struktur kepengurusan DPP APDESI.

Baca Juga  Bakti Kesehatan Diharap Tingkatkan Akses Layanan Kesehatan Bagi Masyarakat

Musda IV APDESI Sulbar diharapkan menjadi ruang bagi kepala desa di Sulawesi Barat untuk menentukan kepemimpinan organisasi secara internal sesuai mekanisme yang berlaku.

Dengan tidak majunya Wardin, kontestasi kepemimpinan APDESI Sulbar selanjutnya terbuka bagi kepala desa lain yang memiliki kesiapan untuk mengambil peran dalam memimpin organisasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *