Olahraga Panahan Mulai Dilestarikan di Majene

Ahrar, SE., (baju hitam) mengedukasi salah satu peserta membidik agar mengenai sasaran. (16/09/2023).

sorotcelebes.com | MAJENE — Olahraga panahan adalah jenis olahraga individu maupun tim yang dilakukan dengan menggunakan busur dan anak panah.

Tujuan utamanya ialah menembakkan panah tersebut sedekat mungkin ke arah pusat sasaran dalam jarak tertentu.

Untuk melakukan olahraga ini, dibutuhkan teknik tertentu seperti ketahanan, kekuatan, dan juga fokus agar dapat mencapai target secara tepat.

Hal itu diuraikan Ketua Panitia Pelaksana Ahrar, SE., pada Kegiatan Sosialisasi Olahraga Panahan Se Kabupaten Majene yang digelar Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene Bekerja Sama Dengan Solidaritas Membangun Rakyat (Smart) Majene, di Cafe Goodwil Dato. Jumat (15/09/2023).

Menurutnya, kegiatan olahraga panahan ini berkaitan dengan sejarah budaya yang patut dilestarikan di Kabupaten Majene.

“Saya selaku ketua panitia mewakili teman-teman berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Majene karena berkenan menggelar kegiatan seperti ini, mengingat di Kabupaten Majene sangat minim diminati,” ujar Ahrar.

Baca Juga  Atlet Polman Banggakan Sulbar di Ajang Menembak Piala Pangdam VI/Mulawarman

Bila melihat dari sejarah, lanjut Ahrar, panahan sebetulnya telah ditemukan sejak zaman purba sebagai kegiatan berburu dan bertahan hidup di hutan.

“Selain itu, para ahli juga menemukan tubuh seorang prajurit Mesir Kuno yang meninggal dunia akibat tertusuk panah pada kisaran tahun 2100 sebelum masehi,” sambungnya.

Lebih lanjut Ahrar menjelaskan, pada tahun 1676, panahan mulai dikenal sebagai cabang olahraga atas gagasan Raja Inggris, Charles II. Pada akhirnya, kejuaraan olahraga panahan pun pertama kali diselenggarakan secara nasional di Inggris pada tahun 1844, dan dilanjutkan di Amerika Serikat pada tahun 1879.

Baca Juga  Turnamen Mini Soccer Piala Gubernur Sulbar di Makassar Berakhir, Ini Juaranya
Suasana saat praktek pada kegiatan Sosialisasi Olaharaga Perpanahan oleh Lemabaga Smart Majene (16/09/2023).

“Pada tanggal 12 Juli 1953, Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) dibentuk di Yogyakarta atas prakarsa Sri Paku Alam VIII. Enam tahun kemudian, kejuaraan nasional di Indonesia digelar di kota Surabaya untuk pertama kali,” urainya.

Ditempat yang sama, Kepala Disdikpora Kabupaten Majene, Suardi S.Ag. M.Pd berharap kegiatan ini dapat mewujudkan bibit-bibit baru dibidang olahraga panah khusunya di Kabupaten Majene.

“Mari kita semangat para anak-anak baik tingkat SMP dan SMA yang hadir dalam kegiatan ini, agar serius aktif dan semangat dibidang perpanahan,” himbau Suardi saat membuka kegiatan Sosialisasi Olahraga Panahan Se Kabupaten Majene kepada para peserta.

Selain itu, ia juga berpesan kepada Perpani untuk selalu aktif mewujudkan Majene Unggul dibidang olahraga panah. Dan dapat mengharumkan kabupaten Majene di setiap tournamen yang ada.

Baca Juga  Laga Tandang ke Surabaya, Panpel Siapkan 600 Tiket Untuk Suporter PSM

“Kabupaten Majene salah satu kota pendidikan di Sulawesi Barat yang begitu aktif mengikuti bidang-bidang olahraga dalam tournamen baik kejurda, poprov maupun kejurnas,” katanya.

Sekertatiat PERPANI Subhan mengungkap bahwa PERPANI Majene sudah pernah mengikuti lomba dan meraih 1 emas dan 7 perunggu. Emas kelas 40 meter putri singel, 3 perunggu untuk putra di kelas doubel dan singel 20-30 meter, putri 4 perunggu kelas singel 20,30 dan 40 meter.

“Untuk kejuaraan atlit panah di kabupaten Majene sudah mengikuti di tahun 2021 kejuaraan putri pelajar di Palangkaraya berhasil meraih perunggu. Dan kembali akan siap mengikuti tes prapom untuk persiapan Porda,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *