MAJENE  

Pengurus SKCK Membludak, Kapolres Turun Tangan, Pelayanan Disiasati dengan Tenda Darurat dan Tim Medis

sorotcelebes.com | MAJENE — Ruang layanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Mapolres Majene, Sulawesi Barat, tampak tak seperti biasanya, Sabtu siang, 20 September 2025. Barisan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu tumpah ruah sejak pagi. Mereka datang dari berbagai penjuru Majene, mengejar tenggat pemberkasan administrasi usai dinyatakan lulus seleksi.

Antrean panjang dan suasana pengap dalam ruangan sempit nyaris membuat pelayanan kolaps. Namun, krisis ini segera ditangani secara taktis. Kepala Kepolisian Resor Majene, AKBP Muhammad Amiruddin, tak memilih tinggal di ruang kerjanya. Ia turun langsung ke lokasi, memantau situasi, mendengar keluhan, dan mengatur strategi.

Baca Juga  SPPG Lamungan Batu Gelar Peningkatan Kompetensi dan Integritas Personil, Perkuat Profesionalisme Pelayanan Publik

“Kami memahami urgensi masyarakat. SKCK ini bagian krusial dari proses pengangkatan PPPK. Tidak mungkin kami biarkan mereka menunggu tanpa kepastian dan kenyamanan,” ujar Amiruddin kepada wartawan.

Langkah cepat diambil. Ia memerintahkan jajarannya mendirikan tenda darurat di halaman Mapolres, mengubah area parkir menjadi ruang tunggu terbuka. Beberapa kursi plastik disusun rapi, air mineral dibagikan gratis. Petugas diarahkan untuk mendahulukan lansia dan ibu hamil. Tim medis dari Seksi Urkes turut disiagakan untuk mengantisipasi kelelahan atau insiden kesehatan lain.

Baca Juga  Desa Bonde Utara Adakan Pagelaran Budaya, Ini Jadwalnya !

Pelayanan Humanis di Tengah Kepadatan

Alih-alih hanya memberi perintah, Amiruddin memilih untuk terjun langsung ke antrean. Ia menyapa warga satu per satu, menenangkan yang resah, menanyai mereka yang terlihat kelelahan.

“Saya hamil tujuh bulan, awalnya khawatir harus berdiri lama di antrean. Tapi ternyata diprioritaskan. Terima kasih buat Polres Majene,” ujar Fira, salah satu pemohon SKCK yang ditemui di lokasi.

Respons cepat itu membuat suasana berubah drastis. Antrean tetap panjang, tapi lebih tertib. Warga tampak lebih tenang. Para petugas juga tampak lebih siap—kompak, sigap, dan ramah, sebagaimana arahan pimpinan.

Baca Juga  Nurmini Lantik Pengurus Karang Taruna “Sibaliparriq” Desa TBU

“Pelayanan kami tetap mengedepankan prinsip transparansi dan profesionalisme,” kata Amiruddin.

Ia juga menegaskan, meski volume pemohon melonjak tajam, tidak akan ada kompromi dalam prosedur dan akurasi penerbitan SKCK.

Kepemimpinan yang Hadir

Langkah Kapolres Majene ini menjadi potret kepemimpinan yang tidak hanya administratif, tapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat. Di tengah keterbatasan fasilitas dan sumber daya, respons cepat dan kebijakan humanis menjadi penentu keberhasilan pelayanan publik.

Hari itu, SKCK tetap terbit. Pelayanan tidak lumpuh. Dan yang lebih penting, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian justru menguat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *