sorotcelebes.com | MATENG — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kecamatan Topoyo bersama dua SPPG dari Kecamatan Tobadak melaksanakan sosialisasi penggunaan Aplikasi Penilaian Organoleptik versi 2.0 kepada Person in Charge (PIC) penerima manfaat satuan pendidikan, Kamis (27/8/2026).
Sosialisasi yang berlangsung selama satu hari di Cafe KMS 1, Mamuju Tengah, tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dalam pemanfaatan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional di lingkungan Badan Gizi Nasional.
Kegiatan ini diikuti oleh PIC dari satuan pendidikan penerima manfaat MBG yang berada dalam wilayah layanan SPPG se-Kecamatan Topoyo dan dua SPPG di Kecamatan Tobadak.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan Aplikasi Penilaian Organoleptik versi 2.0. Aplikasi ini digunakan untuk membantu proses penilaian makanan berdasarkan karakteristik organoleptik, seperti rasa, aroma, warna, tekstur, dan tampilan makanan.
Para PIC juga diarahkan untuk memahami mekanisme penggunaan aplikasi melalui telepon pintar, sehingga proses penilaian dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan terdokumentasi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemanfaatan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional di Lingkungan Badan Gizi Nasional.
Melalui kegiatan ini, para PIC satuan pendidikan diharapkan memiliki pemahaman yang sama dalam melakukan penilaian terhadap makanan yang diterima peserta didik. Hasil penilaian tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk mendukung peningkatan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Sosialisasi ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara SPPG dan satuan pendidikan dalam memastikan pelaksanaan MBG berjalan dengan baik, khususnya dari aspek kualitas dan penerimaan makanan oleh peserta didik.
Korcam Topoyo, Sabaruddin, S.Ars., menyampaikan bahwa sosialisasi ini penting untuk menyamakan pemahaman para PIC satuan pendidikan dalam menggunakan aplikasi penilaian organoleptik. Menurutnya, keterlibatan pihak sekolah dalam memberikan penilaian menjadi bagian penting dalam mendukung evaluasi pelaksanaan MBG di lapangan.
“Kami berharap setelah sosialisasi ini, para PIC dapat memahami penggunaan aplikasi dan melakukan penilaian secara objektif sesuai kondisi makanan yang diterima di satuan pendidikan. Hasil penilaian tersebut tentu menjadi bagian dari evaluasi untuk perbaikan pelaksanaan MBG ke depan,” ujarnya.












