Polres Majene Lidik Kasus Balita Alami Gejala Keracunan Usai Konsumsi Makanan Pemberian DPPKB

AKP Budi Adi, S.H., S.Sos., M.H.,Kasat Reskrim pimpin langsung penyelidikan kasus keracunan yang menimpa sekitar 42 anak balita di wilayah Kecamatan Pamboang.

sorotcelebes.com | MAJENE — Puluhan anak balita di Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi makanan tambahan di acara peluncuran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang diadakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Majene di Pelataran Kantor Kecamatan Pamboang.

Insiden ini terjadi pada Senin pagi, tanggal 6 Mei 2024. Karena itu, Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Majene segera menindaklanjuti kejadian tersebut.

Di bawah komando Kasat Reskrim AKP Budi Adi, S.H., S.Sos., M.H., Satuan Reskrim Polres Majene melakukan penyelidikan terkait kejadian keracunan yang menimpa sekitar 42 anak balita di wilayah Kecamatan Pamboang.

Menurut AKP Budi Adi, pihaknya telah mengambil keterangan awal dari beberapa pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan Pemberian Makanan Tambahan tersebut.

Baca Juga  Kabid Humas Polda Sulbar Benarkan Adanya Laporan Kasus Dugaan Pelecehan di Subdit PPA

“Dari keterangan yang didapatkan, sebelum makanan tersebut disajikan pada acara Launching Pemberian Makanan Tambahan, bahan makanannya di kelolah oleh Badan pemberdayaan perempuan perlindungan anak sebanyak kurang lebih 200 porsi terbagi dalam 2 sajian, yaitu bubur ayam untuk balita dan nasi lauk untuk ibu hamil serta pendamping balita”. terang AKP Budi Adi.

Jenis makanan yang disajikan meliputi nasi putih, bubur ayam, ayam suir, kentang dan wortel, telur rebus, sayur daun kelor, ikan turingan goreng, sambel tumis, paket bubur untuk bayi di bawah 2 tahun berupa bubur, ayam suir, telur rebus, daun kelor, dan paket nasi untuk ibu hamil dan pendamping balita berupa nasi putih, ikan goreng, ayam suir campur kentang dan wortel, telur rebus, sambel tumis.

Baca Juga  Tanaman dan Rumah Sawah Warga di Wonomulyo Dirusak Orang

Puluhan anak tersebut mengalami keracunan setelah 2-3 jam dan mengalami muntah-muntah setelah mengkonsumsi makanan tambahan tersebut.

Pihak medis dari Puskesmas Pamboang menyatakan bahwa anak-anak tersebut mengalami keracunan dan kemungkinan besar makanan terkontaminasi pada bahan makanan sampai dengan proses penyajian.

Mayoritas korban adalah bayi di bawah 2 tahun dengan keluhan muntah lebih dari 10 kali, diare 3-4 kali, sakit perut, dan demam.

Atas kejadian tersebut, Satuan Reskrim Polres Majene mengamankan beberapa barang bukti berupa 1 kap sampel makanan, 1 kap sampel makanan yang telah dikonsumsi, dan sampel muntahan dari korban dan telah di kirim ke Balai POM dan pada hari ini Selasa 7 mei 2024 Kasat Reskrim bersama pihak Balai POM akan menindak lanjuti kejadian tersebut

Baca Juga  Terlibat Narkoba, Seorang Pria di Mamuju Tengah Diringkus Polisi

Insiden ini menunjukkan pentingnya pengawasan ketat terhadap proses persiapan dan penyajian makanan tambahan, terutama bagi balita dan ibu hamil.

Selain itu, perlunya langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disediakan dalam acara-acara seperti ini agar tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi pesertanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *